Akuarium adalah
sebuah vivarium biasanya ditempatkan di sebuah tempat dengan sisi yang
transparan (dari gelas atau plastik berkekuatan tinggi), di dalamnya
satwa dan tumbuhan air (biasanya ikan, namun dapat juga ditemukan
invertebrata, amfibi, mamalia laut dan reptil) ditampung, dan digunakan
untuk display publik. Akuarium berasal dari bahasa latin aqua yang
berarti "air", dan sufiks -arium yang berarti "tempat yang terkait
dengan".
Memelihara ikan di dalam akuarium adalah hobi yang cukup
populer. Akuarium raksasa pertama untuk umum, didirikan di Kebun
Binatang London, Inggris pada tahun 1853. Bersaman dengan jalannya
waktu, teknologi yang digunakan di dalam akuarium makin berkembang,
(seperti sistem penyaringan dan penerangan).

Siklus nutrisi dan energi yang ada di akuarium:
1. Pakan diberikan ke ikan
2 & 3. Amonia hasil metabolisme ikan diproses bakteri nitrifikasi
4. Nitrat diserap tumbuhan air
5. Air menguap dari permukaan air akuarium
6. Cahaya matahari diserap tumbuhan air
7. Detritivora memakan feses ikan dan bagian tumbuhan yang telah mati
8. Tumbuhan air melepaskan oksigen
9. Tumbuhan air menyerap karbon dioksida
SejarahPada
jaman Romawi Kuno, ikan pertama yang dipelihara ke dalam ruangan adalah
ikan dari genus Barbus yang diletakkan di kolam kecil di bawah kamar
tidur tamu. Dengan berkembangnya teknologi kaca, salah satu dinding dari
kolam ini diganti dengan kaca untuk meningkatkan cara pandang ke kolam
ikan tersebut. Di tahun 1369, Kaisar China Hóngwǔ mendirikan perusahaan
produsen porselen untuk membuat tabung porselen sebagai tempat
pemeliharaan ikan mas hias. Bentuk tabung lalu berkembang menjadi
mangkuk bola.
Di tahun 1836 setelah penemuan kotak Wardian, Dr.
Nathaniel Bagshaw Ward mengusulkan untuk menggunakan kotak buatannya
sebagai tempat untuk membawa hewan tropis. Di tahun 1841 ia berusaha
menerapkannya namun hanya membawa tumbuhan air dan ikan mainan. Di tahun
1838, Félix Dujardin tercatat memiliki akuarium air asin.Di tahun 1846,
Anne Thynne mampu mempertahankan koral Scleractinia dan rumput laut
selama hampir tiga tahun, dan dituliskan sebagai penemu pertama akuarium
air laut yang seimbang secara ekosistem di London. Pada tahun yang
sama, Robert Warington bereksperimen dengan kontainer berukuran 13 galon
yang diisi ikan mas, siput, dan tumbuhan Vallisneria untuk membuat
akuarium yang stabil secara ekosistem.
Di tahun 1853, Kebun
binatang London membuka akuarium publik pertama. Philip Henry Gosse
adalah yang pertama menggunakan istilah aquarium di bukunya The
Aquarium: An Unveiling of the Wonders of the Deep Sea. Dalam bukunya
tersebut, Gossee banyak membahas tentang akuarium air asin.Edward
Edwards mematenkan di tahun 1858 sebuah sistem sirkulasi untuk akuarium.
Di
tahun 1854, dua penulis anonim asal Jerman menulis tentang akuarium air
asin Inggris. Di tahun 1856, tulisan mengenai akuarium air tawar
dipublikasikan. Di tahun 1862 William Alford Lloyd bekerja di Jerman dan
mengawasi pembangunan tangki dan sistem sirkulasi untuk akuarium di
Tierpark Hagenbeck.
Pada Era Victoria, desain akuarium yang umum
adalah satu sisi kaca dan sisi lainnya terbuat dari kayu dan dibuat
kedap air dengan resin. Bagian dasarnya terbuat dari batu dan
dihangatkan dari bawah. Desain lainnya lalu diperkenalkan dengan seluruh
sisi tangki terbuat dari kaca dengan rangka dari logam.
BahanKebanyakan
akuarium terbuat dari panel kaca yang dilem dengan menggunakan lem
silikon. Namun kaca murni bersifat rapuh dan hanya mampu bertahan
sebentar setelah retak. Meski pada umumnya, perekatnya yang akan lepas
lebih dulu jika akuarium kelebihan beban. Akuarium dapat dibuat dengan
berbagai jenis bentuk dari kubus, prisma heksagonal, hingga disesuaikan
dengan bentuk sudut ruang dan meja. Akuarium berbentuk bola atau mangkuk
bulat dapat terbuat dari plastik maupun kaca.
Meski kaca lebih
rentan terhadap retak dan lebih berat dibandingkan kaca akrilik, namun
kaca lebih tahan gores. Pemilihan ini umumnya didasarkan pada
pertimbangan artistik. Kaca juga memiliki insulasi termal yang lebih
buruk dibandingkan akrilik, sehingga panas lebih mudah masuk maupun
keluar, dan kaca lebih sulit dibentuk dibandingkan akrilik. Akrilik
memiliki titik lebur 160 derajat Celcius, sedangkan kaca membutuhkan
temperatur sekitar 500 derajat Celcius (temperatur transisi kaca) untuk
dibentuk. Meski dibutuhkan temperatur lebih tinggi, ketersediaan yang
melimpah menjadikan kaca lebih murah dibandingkan akrilik. Namun ketika
membangun akuarium ukuran besar atau dalam jumlah banyak, harga tersebut
tidak lagi menjadi pertimbangan melainkan keamanan. Pengiriman kaca
ukuran besar memiliki risiko jauh lebih tinggi dibandingkan akrilik. Dan
akrilik lebih lentur dibandingkan kaca, sehingga kemungkinan retak
sangat minim. Kaca laminasi digunakan untuk menggabungkan keunggulan
kaca dan akrilik, yaitu tahan gores, lentur, dan ketika terjadi
keretakan tidak mudah pecah.
Komponen PendukungAkuarium
yang ditujukan untuk hobi akan mencakup sistem filtrasi, sistem
pencahayaan buatan, dan pemanas atau pendingin tergantung hewan yang
hidup di dalamnya. Banyak akuarium juga memiliki penutup untuk
mengurangi penguapan dan mencegah ikan lompat keluar atau benda asing
masuk ke akuarium.
Kombinasi filter mekanis dan biologis umum
digunakan untuk mengubah amonia dari air menjadi nitrat untuk
dimanfaatkan oleh tumbuhan air. Terkadang filter ini untuk menghilangkan
fosfat. Media filter dapat menjadi rumah bagi bakteri nitrifikasi yang
melakukan proses tersebut.
Pemanas akuarium mengkombinasikan
elemen pemanas dengan termostat sehingga temperatur air dapat terjaga.
Begitu juga dengan pendingin akuarium. Jenis termometer yang digunakan
bermacam-macam, dari termometer alkohol sampai termometer digital.
Pemilik akuarium juga menggunakan pemecah gelembung udara dan pembuat
gelombang halus untuk meningkatkan kelarutan udara di dalam air.
Ukuran dan volumeSebuah
akuarium dapat dibuat berukuran mangkuk kecil (kurang dari 1 liter)
hingga ukuran raksasa yang mampu menampung seluruh ekosistem air.
Semakin besar akuarium, ekosistem di dalamnya semakin tahan terhadap
perubahan kondisi lingkungan (temperatur dan pH) sehingga lebih stabil.
Untuk
menjadikan sebuah akuarium cocok bagi ikan, diperlukan setidaknya dua
jenis filter, yaitu filter biologis dan filter mekanis. Filter kimiawi
diperlukan untuk menjaga kualitas air lebih optimal. Filter kimiawi
dapat menggunakan karbon aktif untuk menyaring obat, tannin, atau
senyawa pengotor lainnya.
Akuarium besar berukuran 40 hingga 100
liter kini dapat dibangun di rumah. Disebut dengan terumbu karang nano
karena dapat menyimpan ekosistem terumbu karang di dalamnya. Massa jenis
air yang sebesar 1 kilogram per liter dan tekanan air yang semakin
tinggi seiring dengan kedalaman air membatasi volume akuarium yang dapat
dibangun oleh para pelaku hobi "Building My 50,000 Gallon Monster Mega
Tank". MonsterFishKeepers.com. 2005-10-30. Diarsipkan dari aslinya pada
tanggal 24 April 2007.
